Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, diafragma & speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital di mana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi digital ISO.
Fotografi saat ini telah berkembang menjadi sebuah gaya hidup, hal ini dimulai semenjak munculnya era digital dan berkembangnya media sosial.
1. Pencahayaan yang tepat Pencahayaan yang sempurna merupakan rahasia dibalik beberapa foto yang bagus. Cahaya yang tepat dapat memberikan sentuhan spesial pada fotografi landscape. Kondisi cuaca berawan setelah terjadinya badai dapat memberikan efek dramatis pada foto.
Cahaya yang paling sempurna untuk melakukan foto landscape didapatkan pada saat GOLDEN HOUR. Golden Hour atau yang sering juga disebut Magic Hour terjadi sesaat setelah fajar ataupun sebelum sunset ketika cahaya matahari tampak kemerahan dan lebih soft. Beberapa foto yang diambil saat ini hasilnya begitu menakjubkan.
2. Balance Sering kali keseimbangan gambar menjadi faktor penting dalam komposisi foto. Semua elemen foto secara bersamaan harus dapat membentuk keseimbangan secara visual.
3. Rule of Thirds Selain dari balance, salah satu komposisi yang paling sering digunakan dalam fotografi landscape adalah rule of thirds. Pada prinsipnya kita membagi frame kedalam 3 bagian baik secara vertikal maupun horizontal.
Menggunakan Rule of thirds merupakan awalan yang bagus dalam mengambil foto landscape, namun terkadang kita harus melanggar aturan ini untuk menghasilkan foto yang bagus.
4. Point of Interest (PoI) Memberikan daya tarik visual pada foto dapat memperindah tampilan komposisi foto. Untuk foto landscape, sebagian besar Point of Interest digunakan diletakkan pada bagian foreground.
5. Ambillah keuntungan dari Negative Space Kita tidak perlu mengisi seluruh frame dengan objek foto, seringkali foto dengan negative space tampak lebih dramatis.
6. Perhatikan Bentuk garis yg mengarah ke suatu titik Ambillah keuntungan dari bentuk-bentuk yang membentuk garis, yang mengarahkan pandangan visual ke satu titik.
7. Framing Membuat frame pada foto akan memperjelas point of interests. Untuk membuat frame, kita harus cukup jeli melihat objek-objek yang dapat dijadikan frame.
8. Simetrisitas Selain keseimbangan, simetrisitas juga dapat dijadikan acuan dalam mengambil foto landscape.
Ini adalah teknik komposisi yang sangat mudah untuk dipelajari. Intinya, fotomu akan kelihatan lebih menarik kalau objeknya tidak tepat di tengah. Semua kamera digital — bahkan yang ada di ponselmu — punya pengaturan ‘grid’, yang terdiri dari dua garis vertikal dan dua horizontal yang ‘melapisi’ fotomu sehingga akan tampak seperti terbagi menjadi 9 bagian. Jika kamu mengaktifkan pilihan ini, maka kamu akan bisa mengatur letak objek di dua pertiga bagian foto berdasarkan garis-garis panduan ini.
Ubahlah Ketinggian Kamera Atau Sudut Pandangmu
Umumnya orang memotret dengan ketinggian kamera sejajar mata. Tapi ini adalah cara yang membosankan. Cobalah untuk menggerakkan kamera ke atas atau ke bawah untuk mendapatkan foto yang lebih menarik. Mungkin ini akan terasa sulit karena kamu tidak bisa melihat apa yang kamu foto melalui viewfinder. Tapi seiring waktu, kamu akan menemukan cara memotret dengan cara-cara yang unik atau — sederhananya — kamu bisa menggunakan kamera yang punya LCD fleksibel yang bisa dimiringkan ke segala arah untuk mengontrol komposisi.
Selalu Gunakan Pilihan Resolusi dan Kualitas Maksimal
Karena memory card sekarang sudah bukan barang mewah lagi, tidak ada alasan untuk menghemat kapasitasnya dengan menggunakan pilihan ukuran foto kecil atau resolusi rendah. Selalu gunakan pilihan tertinggi yang disediakan kameramu. Dengan begitu, kamu punya foto dengan kualitas bagus yang bisa dicetak, diedit, dan dibagikan tanpa mengurangi keindahannya. Kalau kameramu mendukung format RAW — yaitu dimana semua data yang direkam sensor kamera tersimpan — gunakanlah format itu.
Trio Penting Dalam Exposure: ISO, Aperture, dan Shutter Speed
Ini adalah bagian tersulit tentang fotografi bagi pemula. Secara singkat, penjelasannya begini:
ISO adalah seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya; ISO tinggi akan memungkinkanmu memotret bahkan di bawah cahaya redup, tapi akan ada lebih banyak ‘noise’. ISO rendah lebih baik, tapi tidak selalu memungkinkan untuk digunakan terutama di dalam ruangan.
Aperture menentukan focal length(angka f atau f/ ) dan menggambarkan ukuran fisik bukaan lensa. Angka tinggi berarti ada lubang kecil yang memasukkan sedikit cahaya, yang hasilnya akan menunjukkan ketajaman pada daerah background. Angka f kecil berarti bukaan lensanya besar, dan background akan nampak kabur atau out of focus.
Shutter Speed adalah seberapa lama shutter tetap terbuka untuk membiarkan cahaya masuk ke sensor. Jika terbuka untuk waktu yang cukup lama, maka foto yang dihasilkan akan menunjukkan gerakan, sementara waktu singkat akan menangkap hanya satu gerakan diam.
Pelajari Mode Yang Ada Di Kameramu
Bahkan kamera saku pun setidaknya punya mode-mode berikut:
1.Manual mode yang akan membiarkanmu mengatur semua pilihan pemotretan.
2. Otomatis yang menyerahkan pengaturan sepenuhnya pada kamera.
3. Programmed yang menyediakan pilihan-pilihan yang lebih spesifik untuk objek atau teknik tertentu seperti olahraga, portrait, kembang api, dan sebagainya.
Pada kamera DSLR, kamu akan menemukan beberapa mode lainnya, dan penting juga untuk kamu ketahui. Pengaturan-pengaturan ini akan membiarkanmu mengatur beberapa variabel dan menyerahkan sisa pengaturannya pada kamera.
Av/A: Aperture Value. Ini adalah yang paling umum digunakan untuk pemotretan secara umum dan memberimu keleluasaan untuk mengatur angka Aperture atau f/. Kamera akan kemudian menghitung shutter speed dan ISO terbaik untuk bekerja sama dengan angka f yang kamu pilih.
Tv/S: Time Value/Shutter Speed. Ini akan memberimu kontrol atas shutter speed, tentunya. Lalu kamera akan menentukan angka aperture dan ISO terbaik untuk digunakan.